HOMS
Emesa kuno di tepi Sungai Orontes — kota Khalid bin Walid, Ibnu Katsir, dan gerbang menuju Krak des Chevaliers.
Situs Ziarah Bersejarah
Makam Khalid bin Walid
Masjid berdua kubah perak di tepi Sungai Orontes menyimpan jenazah Sang Pedang Allah, wafat 642 M di Homs.
Masjid Khalid bin Walid
Dibangun 1908–1913 di lokasi pemakaman bersejarah — ikon kota Homs yang dikenal sejuta umat.
Makam Ibnu Katsir
Penulis tafsir paling masyhur di dunia Islam. Lahir di Homs 1300 M, wafat di Damaskus 1373 M.
Krak des Chevaliers
Benteng Salib paling megah di Timur, dipegang penguasa Muslim setelah Salahuddin — UNESCO 2006.
Sejarah Kota Homs
Emesa kuno di tepi Sungai Orontes — saksi fathul Syam dan kejayaan Umayyad.
Kisah Khalid bin Walid
Dari penentang Islam di Uhud hingga menjadi Saifullah — kisah paling dramatis dalam sejarah Islam.
Sejarah & Kejayaan Homs
Homs — dikenal kuno dengan nama Emesa — adalah salah satu kota terpenting dalam sejarah Islam. Kota ini terletak di tepi Sungai Orontes (Nahr al-Asi), di persimpangan jalur Damaskus menuju utara. Saat Fathul Syam berlangsung pada 634–636 M, Homs menjadi salah satu kota pertama yang dibuka kaum Muslimin.
Khalifah Umar bin Khattab RA menempatkan Homs sebagai pangkalan utama pasukan Muslim di Suriah utara. Kota ini kemudian menjadi basis Khalid bin Walid — sahabat Nabi yang wafat di Homs pada 642 M dan dimakamkan di sana. Masjid Khalid bin Walid, dengan dua kubah peraknya, kini menjadi ikon kota yang dikenal sejuta umat Islam.
Homs juga adalah tanah kelahiran Ibnu Katsir (1300 M), mufassir yang tafsirnya menjadi rujukan utama dunia Islam. Tidak jauh dari kota ini berdiri Krak des Chevaliers — benteng pertahanan era Perang Salib yang diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2006, bukti betapa strategisnya posisi Homs dalam sejarah peradaban.
Siap Ziarah ke HOMS?
Rencanakan perjalanan ziarah Anda bersama Panorama Nur Mecca — PPIU resmi Kemenag RI.